Tuesday, September 22, 2009

Olahraga Apa yang Bikin Pintar?

Selain belajar dan makan makanan bergizi, olahraga juga ternyata membuat otak lebih cerdas. Itulah kesimpulan yang ditarik beberapa peneliti dari Taiwan dan Amerika. Tapi olahraga seperti apa yang membuat otak encer?

Peneliti dari National Cheng Kung University, Taiwan membandingkan olahraga lari di treadmill dan lari dalam labirin air pada tikus percobaan. Setelah dilihat di bawah mikroskop, otak tikus yang berlari dengan treadmil lebih banyak yang aktif ketimbang tikus berlari dalam labirin. Tapi tikus yang berlari dalam labirin memiliki satu bagian otak yang lebih aktif yaitu bagian kognitif.

"Hal itu menunjukkan bahwa beda jenis olahraga memicu perubahan neuroplastisitas yang berbeda pula," ujar Chauying J. Jen, profesor physiology yang memimpin studi tersebut, seperti dilansir New York Times, Kamis (17/9/2009).

Sepuluh tahun yang lalu, peneliti dari Salk Institute in California mempublikasikan bahwa olahraga akan menstimulasi dan menciptakan sel-sel baru di otak yang memungkinkan seseorang lebih cerdas. Tapi olahraga seperti apa yang bisa berefek seperti itu? apakah aerobik, angkat beban, lari, berenang atau apa?

Studi lainnya yang dimuat dalam American College of Sports Medicine menganalisis kemampuan memori 21 mahasiswa University of Illinois dengan membandingkan olahraga lari, aerobik dan angkat beban selama 30 menit. Responden diminta mengingat beberapa kata sebelum dan sesudah olahraga.

Dari tes tersebut diketahuilah bahwa olahraga lari paling banyak mengaktifkan sel-sel di otak dibanding kedua jenis olahraga lainnya. Mengapa? Peneliti mengatakan hal itu karena sel-sel tubuh yang diaktifkan dengan olahraga akan mentransfer zat-zat molekul atau growth factors yang membuat saraf-saraf baru dan jaringan di otak.

"Seseorang butuh aliran darah yang cepat untuk mentransfer zat pengaktif otak tersebut dan olahraga seperti lari, bersepeda atau berenang membuat aliran darah lebih cepat sehingga growth factor sampai ke otak dan membuat seseorang memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik sedangkan olahraga angkat beban hanya akan mentransfer growth factors sampai ke otot saja," ujar Henriette van Praag, seorang investigator dari Laboratory of Neurosciences at the National Institute on Agin.

Jadi mulai sekarang perbanyak olahraga lari, berenang atau aerobik kalau ingin pintar. (sumber: detikHealth)
Share:

Monday, September 21, 2009

10 Negara Paling Berbahaya di Dunia

Inilah 10 tempat paling mengerikan, menyeramkan, dan menakutkan di dunia. Kebanyakan diantaranya disebabkan oleh perang, pembunuhan, perampokan, penganiayaan, penculikan, pemerkosaan, dll. Selain itu juga karena masalah suhu yang ekstrim yang tidak memungkinkan untuk bertahan hidup.

10. RUSIA



Di Rusia, ada lebih banyak gangster daripada polisi. Orang Rusia dibunuh tiap 18 menitnya, dan rata-rata terjadi 84 kasus pembunuhan sehari dari toal jumlah penduduk sebanyak 143 juta jiwa.

Pusat kriminalitas Rusia berada di Republik Chechnya, daerah dalam Rusia tepatnya sebelah utara Georgia. Pelacuran, perdagangan narkoba, dan rumah makan bawah tanah secara arbitrer dikuasai oleh orang Chechnya.

Orang asing diculik lebih sering karena tebusan yang lebih tinggi. Tindakan kriminal lainnya: pencurian dompet, ponsel, kamera, uang, dan penyerangan fisik. Dari negara Super-Power sampai negara dunia ketiga bertanya-tanya apakah komunisme benar-benar menjadi obat untuk Rusia.

9 BRAZIL




Apabila anda ingin berpergian ke Brasil, tidak menjadi soal apakah anda akan dirampok, tapi masalahnya hanya waktu! Kesenjangan sosial masih terus meningkat di samping kekayaan luar biasa di negara yang sedang memiliki pertumbuhan ekonomi yang terus menanjak ini.

Tetapi dengan kemakmuran yang meningkat, laju kejahatan juga ikut-ikutan melonjak. Tindak kejahatan di jalan-jalan terus merajalela di bagian-bagian Rio de Janeiro dan Sao Paolo, dan banyak korban dibiarkan tak terluka, mereka membawa pecahan botol untuk dipukul ke leher anda karena gelang yang anda pakai.

Insiden “penculikan cepat” berkembang di kota-kota besar. Mereka memaksa korbannya untuk menambil uang di ATM untuk tebusan. Apabila korban tidak dapat membayar, mereka bisa menelpon orang tua atau keluarga mereka di rumah.

Selain kejahatan di jalan-jalan, kelompok-kelompok penjahat terorganisir memerangi polisi dan lembaga umum lainnya yang tak dapat disogok.
Kerusuhan di penjara secara brutal semakin menjadi-jadi, obat-obatan terlarang dan narco-terorisme menghantui penduduk sipil. Dan jika anda selamat dalam seluruh bencana itu – piranha sedang menunggu anda.

8. AFRIKA SELATAN



Negara ini pernah disebut sebagai “Ibukota pemerkosaan di dunia”.
Walaupun kasus perkosaan sudah nampak cenderung menurun ke angka 113.700 pada 2004, tapi kembali naik pada 2005 sampai ke angka 118.300 kasus.

Statistik lain untuk Afrika Selatan menunjukkan secara mengerikan laju kasus pembunuhannya yang tinggi. Tuan rumah World Cup 2010 ini berada terus-menerus di daftar 5 teratas negara2 yang tingkat pembunuhannya paling tinggi. Kebanyakan tindak kejahatan terjadi daerah penduduk miskin.

Bertani di Afrika Selatan sudah menjadi salah satu profesi yang paling berbahaya di dunia. Laju pembunuhan bagi para petani adalah 313.000 – sekitar 8 kali rata-rata laju pembunuhan nasional. Dan di mana pun, seks bisa sangat berbahaya di Afrika Selatan, di mana lebih dari 10 juta orang mengidap virus HIV.


7. BURUNDI



Ukurannya memang kecil, tapi negara miskin yang padat penduduknya ini mempunyai masalah yang sangat besar. Perang saudara antara suku Hutus dan suku Tutsis mencerai-beraikan bangsa ini antara tahun 1993 sampai tahun 2006.

Gencatan senjatapun dilancarkan namun kebanyakan suplai makanan urung dilaksanakan. Pembunuhan dan kekacauan masal bersaing dengan masalah lingkungan sebagai sakit kepala yang paling besar bagi orang Burundi. Daftar pemimpin yang dibunuh ekstensif, dan kontrol bangsa sudah sering berpindah tangan sejak 50 tahun terakhir.

Kejahatan yang dilakukan dengan mengembara mengeroyok dan anak-anak bersenjata adalah ancaman bagi pengunjung. Penjabalan, pembajakan mobil dan penculikan menngintai setiap saat, oleh sebab itu anda dinasehati tidak menghentikan mobil untuk membeli cendera-mata.

Apabila anda dilukai atau diciderai di Burundi, anda mungkin perlu menguasai teknik medis, karena kebanyakan klinik lokal disana tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk membantu anda.

6. Antartika



Ketika pembunuhan, perkosaan dan perampokan mungkin tidak menjadi masalah besar di bagian dunia ini, lain halnya dengan kondisi alam disini yang sangat tidak bersahabat.

Antartika adalah rumah untuk beberapa kondisi cuaca ekstrim, dengan air raksa yang turun secara teratur di bawah -60 derajat Celsius (-100F) dan angin yang bertiup lebih dari 100km per jam.

Jika anda telanjang di cuaca ini selama lebih dari sejam, anda sudah pasti akan mati. Antartika tidak mempunyai rumah sakit, tak ada makanan untuk dimakan dan jika anda hilang, tak ada banyak harapan. Tetapi setidaknya ada satu kedai McDonalds di Scott Base jika anda berhasil menemukannya

5. Afghanistan



Negara ini selama ratusan tahun, menjadi salah satu wilayah di dunia yang paling strategis dan diperebutkan oleh banyak pihak. Padahal negara ini termasuk negara yang miskin, sulit berkembang, dan memiliki keadaan ekonomi dan politik yang tidak stabil.

Pada waktu Uni Soviet menginvasi daerah ini, Pasukan Merah Rusia menanam lebih dari 12 juta ranjau darat di Afghanistan. Ratusan orang tewas, tercabik-cabik, dan lumpuh akibat ledakan ranjau yang dipasang. Setelah Uni Soviet mendatangi Taliban ,Taliban menyatakan kontrol wanita dilarang dari pekerjaan dan universitas.

Pada 2001, Amerika Serikat menggulingkan Taliban. Tetapi penggarongan, persaingan suku dan penggunaan obat-obatan terlarang yang marak menggambarkan kekerasan sudah menyebabkan negara ini menjadi tidak stabil. Pemboman bunuh diri adalah ancaman terus-menerus, dan tak seorang pun di Afganistan aman.

Serangan bunuh diri yang paling maut terjadi di propinsi Baghlan pada November 2007, yang menewaskan lebih dari 70 orang. Selain itu, Afganistan juga termasuk pemasok ganja dan candu terbesar di dunia.

4. Somalia



Somalia adalah negara yang pemerintahannya gagal akibat dari anarkinya, korupsi, kekurangan pemerintah, dan kelaparan. Para turis diperingatkan agar tidak memasuki Somalia, yang menyatakan diri nya “Republik Merdeka Somaliland” atau berlayar dekat “Tanduk Afrika”.

Bajak laut mengawasi perairan ini yang diperlengkapi dengan AK-47 dan akan merampas barang2 dan menahan anda untuk dijadikan tebusan. Perkelahian antar suku sudah meminta ribuan jiwa di sebelah utara Somalia. Sedangkan di ibu kota, Mogadishu diperebutkan oleh banyak suku dan pemimpin perang.

Etiopia pernah menyerang tentara Islamiah di Somalia pada akhir 2006, dan menyebabkan ratusan korban tewas dan ribuan korban penggusuran. Jika anda benar-benar terpaksa ke daerah ini, pastikanlah asuransi anda masih berlaku.

3. Sudan



Keputus-asaan, kematian dan perusakan ialah “simbol” dari negara Sudan.
Terorisme adalah masalah utama bangsa ini, yang sudah dikuasai oleh rezim militer Islamiah sejak kemerdekaannya. Beberapa pembunuh terkenal dunia telah menjejakkan kakinya di Sudan.

Mereka melakukan aksinya dengan mengebom mobil, peluncuran roket dan pembantaian massal. Kekerasan banyak terjadi di daerah Darfur di antara milisi pemback-up pemerintah, tentara pemerintah dan kelompok-kelompok pemberontak lokal.

Sudan juga telah menyebabkani perang terbuka dengan Cad yang berkaitan dengan konflik Darfur. Sejak 2003, 230.000 orang pengungsi Sudan sudah melarikan diri ke Cad timur dari Darfur.

Lebih dari dua juta orang tewas dalam 2 perang saudara yang terjadi selama 50 tahun terakhir. Dengan kondisi gurunnya yang suram, Sudan adalah salah satu tempat yang paling jelek di planet ini.

2. Kolombia



Penculikan adalah masalah utama di Kolombia. Sedikitnya telah terjadi 2338 kasus penculikan di Kolombia pada tahun 1998. Dan 138 orang di antaranya telah dibunuh oleh para penculiknya.

Menempati peringkat 4 dunia sebagai “negara pembunuh” dengan total pembunuhan mencapai 696.800 kasus pada tahun 2006. Target utama para pembunuh adalah para walikota, lusinan dari mereka terbunuh setiap tahunnya.

Dan tentu saja, siapa yang dapat melupakan kokain? Kolombia memasok 75% persediaan kokain dunia dan terima kasih untuk Pablo Escobar dan Cali Cartel, kelompok-kelompok paramiliter yang sudah memerangi pemerintah dalam konflik berdarah dengan tanpa akhir.

Di 2005, 5 orang misionaris Katolik dibunuh, turun dari 9 pada tahun 1999. Pantai indah dan gunung terjal di Kolombia seharusnya menjadikannya firdaus bagi wisatawan, tetapi mungkin tempat ini bisa menjadi tempat yang paling berbahaya untuk dikunjungi.

1. Irak



Tidak masalah entah anda adalah George Bush, Pele atau Chuck Norris – anda tidak akan pernah aman di Irak. Meskipun negara ini kaya akan cadangan minyaknya, tetapi Irak adalah negara yang hancur dimana identik dengan kekerasan, keputus-asaan dan kebingungan.

Sejak 2003, Amerika Serikat sudah menduduki Irak dan menyebabkan perang saudara yang meminta korban lebih dari 650.000 penduduk sipil. Al-Qaeda, pemberontak Sunni, angkatan perang keamanan Shiite, pemberontak Kurdish, tentara Amerika, tentara Turki dan penjahat kriminal dilibatkan di siklus kekerasan yang sayangnya tidak akan mereda dengan cepat tiap saat.

Ranjau yang diimprovisasi/ Improvised Explosive Devices (IEDs), Explosively Formed Penetrators (EFPs) dan ladang ranjau adalah ancaman terus-menerus, seperti pesawat pembom bunuh diri yang juga sudah membunuh ratusan orang.

Penculikan dan pembunuhan acak dilaporkan dengan hampir membuat pikiran mati rasa frekuensi. Sejak 2003, 2 juta orang Irak sudah melarikan diri ke negara tetangga dan 1,9 juta lainnya tetap tinggal di Irak dengan tergusur dari rumah mereka.

Uranium yang dihabiskan yang dipakai sebagai putaran untuk menembus baju baja akan meracuni penduduk sipil Irak dan montir AS selama beberapa dasawarsa. Sungguh, inilah neraka di bumi.

Sumber : http://www.associatedcontent.com/art...es_in_the.html
Share:

Tuesday, February 17, 2009

Salam Duka untuk Gaza !!!

Innalillaahi wa inna ilaihi raaji'un. 19 sukarelawan pembawa misi kemanusiaan tewas ditangan militer Israel, saat masih di atas kapal Mavi Marmara sebelum memasuki wilayah Gaza Palestina. Kejadian yang tidak sekedar patut dikutuk, namun mutlak harus disikapi dengan sanksi hukum internasional, karena merupakan kejahatan perang yang tidak terpuji.
Share:

Monday, January 12, 2009

4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup

Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh” (John Gray)

Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih,hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.

Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Pembaca, pada kesempatan ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini.


Tipe pertama, tipe kayu rapuh. Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi. Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.

Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.

Tipe kedua, tipe lempeng besi. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.

Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.Tipe ketiga, tipe kapas. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.

Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya.

Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance- nya bagus sekali. Bangun network Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti
rekan sebelumnya di daerah tersebut. Malahan, ia berusaha membangun netwok, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.

Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan herring dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya. Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini juga dialami Ho Chi Minh. Orang Vietnamyang biasa dipanggil Paman Ho ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. A Comrade Paper Blanket menjadi buah karya kondangnya.

Nah, pembaca, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini. Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi suatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda?

Sumber: 4 Tipe Manusia Hadapi Tekanan Hidup oleh Anthony Dio Martin
Share:

Tuesday, November 11, 2008

Tidak Penting Siapa Anda Sekarang

Siapakah Anda hari ini? Tidak lulus sekolah, lulusan SMA , lulusan D3, atau malah sudah sarjana, doktor sekalipun? Tapi apakah posisi Anda sekarang ini? Apakah masih pengangguran, sibuk mencari kerja ataukah karyawan dengan gaji pas-pasan atau menjelang usia pensiun atau malah ada yang sudah pensiun? Itu semua tidak penting. Hari ini boleh jadi Anda belum sukses atau pada posisi kalah, tapi orang lain bisa melihat siapa Anda tiga tahun atau kalau kurang lama lihatlah diri Anda sendiri lima tahun mendatang. Anda yang bisa menggambarkan siapakah Anda lima tahun mendatang.

Kekuatan mimpi
Mimpi bisa saja diartikan cita-cita kalau kita benar benar ingin mewujudkannya. Biasanya kalau cita-cita ini sudah ada rencana untuk pencapaiannya. Tapi kalau mimpi ini lebih ngawur dan bahkan terkesan tidak masuk akal. Hanya pemimpi yang mampu mengubah wajah dunia. Dulu terkesan aneh bila ada orang yang mampu terbang di angkasa, namun sekarang dengan teknologi pesawat manusia bisa menempuh jarak beratus kilometer lewat udara dengan waktu yang relatif singkat.


Begitu pula Anda, jangan takut bermimpi untuk menjadi siapa, memiliki apa untuk beberapa tahun ke depan. Begitu pula mimpi bisnis, anda bisa saja melihat peluang di pasaran. Sehingga dengan kemampuan otak kanan dan mimpi, anda mengambil peluang itu dengan harapan dua tahun lagi bisnis inilah yang akan menghantarkan Anda mewujudkan mimpi selanjutnya.

Mimpi Fisik dan Spesifik
Bisnis itu parameternya fisik. Anda bisa dibilang sukses dalam bebrbisnis kalau sudah ada faktanya berupa rumah mewah, mobil mewah dan lain-lain yang mewah. Itu kalau Pengusaha besar. Kalau pengusaha sedang, paling-paling sudah memiliki mobil kijang, dan pick up bisa dibilang kaya. Tapi yang penting bagi orang umum adalah yang tampak fisik. Meskipun hakekat bisnis tidak hanya dilihat dari fisik. Jumlah karyawan juga bisa melihat besar kecilnya usaha. Sehingga, mimpi pun harus fisik, spesifik dan ada target waktu. Karena ini urusannya dunia, jadi harus nyata. Misalnya saya bermimpi lima tahun lagi memiliki rumah berharga Rp2 M dengan mobil Mercy 260 di garasi. Tidak penting siapa Anda sekarang. Kan bermimpi saja gratis. Jadi apa saja mimpi Anda? Tulis sekarang!

Kekuatan Doa
Berdoa merupakan sarana pendekatan diri kepada Tuhan dan meminta restu-Nya untuk merealisasikan cita-cita kita. Dengan berdoa insya Allah akan menambah daya optimis dari keinginan kita. Dan yang penting adalah restu dari Allah. Jadi doa ini seperti pengajuan proposal ke Tuhan.

Setelah kita bermimpi yang boleh tidak terbatas (pakai otak kanan), setelah itu kita pakai otak kitri untuk membuktikannya. Lihatlah kondisi nyata sekarang. Dan bangunlah jembatan untuk mewujudkan mimpi tersebut. Dengan kekuatan mimpi, kekuatan doa dan kekuatan Proses ini lah yang akan mendorong mimpi tersebut segera terwujud.

Revisi Mimpi
Namanya saja mimpi, sudah gratis, bisa diubah-ubah semaunya. Bisa saja mimpi Anda mencapai rumah Rp2 M sudah tercapai dalam waktu tiga tahun, maka sah saja kita merefisi mimpi untuk dua tahun sisanya.

Penutup
Naah, mimpi kan gratis. Kenapa kita takut bermimpi. Yang perlu ditakutkan adalah kesiapan mental kita kalau-kalau mimpi tersebut menjadi kenyataan.

Oleh: Masbukhin Pradhana. bukhin@yahoo.com
Profile: http://masbukhinpradhana.blogspot.com
Share:

Friday, July 18, 2008

Membangun Masyarakat Entrepreneur; Solusi Bangkit Dari Kemiskinan


FOTO : Sejumlah warga miskin antre untuk mencairkan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Pos Besar, Semarang, Jawa Tengah, 28 Mei 2008. Hingga kemarin PT Pos telah mendistribusikan BLT kepada sekitar 36.460 warga miskin di kota Semarang. [TEMPOphoto]


Potret kemiskinan kian massif terjadi di Indonesia. Sudahlah terjadi dengan sendirinya akibat ketidakberdayaan masyarakat secara mandiri mengangkat status ekonomi hidupnya, masih pula dihimpit dengan berbagai situasi tidak kondusif bangsa ini. Krisis ekonomi, inflasi, ketidakstabilan politik dan keamanan, ibarat tak ada batas dengan fenomena gizi buruk, putus sekolah, nasi aking, busung lapar, PHK, dan sejumlah fakta lain yang mengisahkan hilangnya daya bertahan hidup masyarakat miskin.

Selain massif, kemiskinan ini juga terdengar miris. Mengapa? Di saat yang sama, masyarakat dunia bahkan mengetahui bahwa negeri ini memiliki prestasi yang baik untuk kasus korupsi. Bahkan Indonesia juga diakui mengisi daftar orang terkaya di Asia. Pemilik apartemen Singapura mayoritas adalah WNI. Salah satu pasar terbesar mobil mewah dengan harga miliaran rupiah di Asia adalah negeri tercinta. Pemilik terbanyak handphone canggih seperti Nokia communicator adalah penduduk Indonesia.


Secara statistik, baru-baru ini Badan Pusat Statistik (BPS) kita mengeluarkan angka kemiskinan bulan Maret 2008 sebesar 15,42 persen, atau sekitar 35 juta jiwa. Angka ini diprediksi membengkak pasca inflasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Mei 2008 yang lalu. Ini berarti jumlah penduduk miskin saat ini dan beberapa bulan kedepan terus menambah panjang trend fluktuasi jumlah penduduk miskin di negara ini sepuluh tahun terakhir.

Begitulah kondisi terakhir yang kita hadapi. Pergantian rezim, kepemimpinan, dan corak pembangunan selama perjalanan bangsa ini belum mampu memberikan perubahan signifikan terhadap perbaikan nasib rakyat. Satu dasawarsa terakhir, bertepatan dengan Sepuluh tahun bergulirnya reformasi, penggerusan kemiskinan itupun masih belum berujung. Transisi dari alam otoritarian ke demokrasi belum mewujudkan harapan untuk hidup lebih sejahtera.

Kemiskinan; Problem bersama nurani kemanusiaan kita

Tidak patut mencari siapa yang salah atas kondisi terpuruknya nasib rakyat seperti sekarang ini. Namun akan lebih bijak jika dianalisis mengenai apa yang salah dalam upaya pengentasan kemiskinan yang telah dilakukan, dan bagaimana upaya mengatasinya.

Agenda kemiskinan, terus menjadi rutinitas pemerintahan yang berkuasa. Tetapi pencapaian hasil program pengentasan setiap periode selalu saja tidak signifikan. Dalam artikelnya di harian Kompas, Hamonangan Ritonga, Kasubdit pada Direktorat Analisis BPS, mengungkapkan dua faktor penting sebagai penyebab kegagalan program penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Selain karena selama ini upaya pengentasan kemiskinan hanya terfokus pada upaya penyaluran bantuan sosial kepada yang miskin saja, juga karena minimnya pemahaman berbagai pihak tentang penyebab kemiskinan itu sendiri. Akibatnya, banyak program pembangunan yang tidak didasarkan atas isu-isu kemiskinan yang ada.

Kalau boleh ditambah, salah satu kelemahan yang lain adalah kita tidak sungguh-sungguh untuk benar-benar menganggap kemiskinan sebagai problem bersama. nurani kemanusiaan kita. Sehingga apapun cara mengatasinya, kerap bernuansa tambal sulam.

Membangun Masyarakat Entrepreneur

Kendati bersifat jangka panjang dan butuh keseriusan, membangun masyarakat entrepreneur atau berjiwa usaha adalah jawaban yang cukup realistis untuk diambil guna mengatasi kemiskinan. Kemiskinan erat kaitannya dengan pengangguran, sedangkan pengangguran tak lepas dari lemahnya akses memasuki pasar kerja, dan timpangnya jumlah tenaga kerja terhadap lapangan pekerjaan yang tersedia. Menanamkan nilai-nilai entrepreneurship dapat menjadi alternativ untuk menghadapi kondisi itu. Selain menstimulir terciptanya peluang kerja bagi individu maupun orang lain, juga berpotensi menumbuhkan kemandirian masyarakat untuk bangkit dari kemiskinan.

Paling tidak, ada tiga faktor dan komponen penting yang mesti berperan dalam menumbuhkan entrepreneurship dalam masyarakat, yakni pertama pemerintah. Sebagai decision maker, pemerintah mau tidak mau harus berani menjamin keberlangsungan pertumbuhan ekonomi rakyat, melalui berbagai kebijakan dan regulasi yang memihak. Jangan sampai roda ekonomi rakyat mandek karena persoalan modal, dominasi pengusaha besar, dan birokrasi yang mengekang.

Kedua, adanya peran pihak ketiga, yakni swasta. Swasta kiranya mampu menjadi motivator kedua setelah pemerintah dalam menggairahkan mikro ekonomi, seperti home industry, pelayanan jasa, dan sebagainya. Yang ketiga adalah masyarakat itu sendiri. Kita tahu masyarakat tidak semuanya miskin, dan tidak semuanya berfikir dan bertindak statis. Ada kelompok masyarakat pembaharu yang tidak suka dengan ketimpangan sosial, dan ketertindasan. Nah, bersama kelompok inilah kiranya kreativitas dan aksesibilitas masyarakat diharapkan semakin berkembang dalam upaya memajukan aktivitas usaha.

Spirit entrepreneur setidaknya memuat semangat kemandirian yang diperlukan dalam membangun bangsa. Tidak ada salahnya jika spirit ini menjadi ruh dalam agenda pembangunan Indonesia kedepan, yang dapat dimulai dari sekarang atau setidaknya pada periode kepemimpinan hasil pemilu 2009 mendatang. *** (diposting Jumat 18 Juli 2008)
Share:

Thursday, April 17, 2008

"Berspekulasi di Garis Offside"


Suka nonton sepakbola? Jika iya, jangan bilang anda tidak mengerti istilah offside. Istilah offside tak kalah populer dengan istilah bola lainnya, seperti penalti, hiding, hattrick, golden goal, tackle, injury time, free kick, corner kick dan lainnya. Bahkan, offside lebih sering terjadi dalam sebuah laga sepakbola.

Menurut definisinya, offside merupakan jenis larangan bagi pemain bola menerima umpan saat berada di posisi paling depan barisan lawan. Seorang pemain kadang diuntungkan jika pandai-pandai melakukan trik Offside, namun kerap pula pemain membawa kesal saat langkahnya dinyatakan offside oleh hakim garis lapangan.

Tapi, saya tidak mengajak anda bicara sepakbola disini. Melainkan, bicara soal politik. Lho? Ya. Pelanggaran Offside ternyata suka dilakukan politikus-politikus kita. Disini saya ambil contoh soal Pilgubri 2008. Pada masa pencalonan, sebelum masa kampanye, seorang calon Gubri H Rusli Zainal cukup berani masuk dalam jebakan offside. Saat itu, kebetulan Beliau yang masih menjabat sebagai Gubri (incumbent) menghadiri pembukaan MTQ Ke-27 di Kabupaten Siak Sri Inderapura 5 April 2008. Ternyata, disana ia membagi-bagikan berbagai macam souvenir berupa tas, Kalender, jam tangan, jilbab, kepada peserta dan tamu undangan.


Souvenir-souvenir itu lengkap dengan foto sang Gubernur. Ia lakukan itu memang bukan sendiri, namun terkoordinasi melalui bawahan2nya. Beberapa hari setelah acara itu, media massa ternyata gerah juga. Ulah sang Incumbent menjadi headline di beberapa koran harian dan mingguan. Namun, berita cuma berita. Habis dibaca, hilanglah sudah. Tak ada tanda-tanda dari Panwas dan KPU merespon berita pelanggaran Offside tersebut. Padahal, hal itu jelas-jelas menyalahi aturan main Pilkada yang melarang setiap calon berkampanye di tengah masyarakat sebelum waktu yang ditentukan.

Menariknya lagi, prilaku spekulatif bermain offside ini ternyata sudah dirancang Rusli Cs jauh-jauh hari sebelum klimaksnya di pembukaan MTQ tadi. Sebulan sebelumnya, jam tangan bergambar Rusli sudah beredar di kelurahan Bukit Raya Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru. Ceritanya, paman saya yang memiliki kedai aksesoris dan termasuk didalamnya melayani jasa pemotongan tali jam, didatangi seorang warga yang meminta tali jam tangannya di potong sebagian. Jam tangan bergambar Rusli Zainal itu belakangan diketahui baru saja ia peroleh dua hari sebelumnya, dari seorang yang ia tidak kenal.

Sayangnya, tak ada hakim garis yang berani mengangkat bendera kuning bagi pemain bernomor punggung BM 1 Riau itu. Karena memang peluit dimulainya pertandingan Pilgubri belum ditiup sang wasit ketika itu. Akhirnya, yang ada hanya sebentuk kekesalan di kubu lawan.
Memang, ada dua konsekuensi yang berpeluang didapat Rusli dengan melakukan tindakan itu. Pertama, dikalangan masyarakat awam ia mungkin mendapat simpati karena masyarakat akan merasa berhutang budi, karena telah diberi jam tangan, kalender, jilbab dan souvenir tadi.
Kedua, dikalangan yang melek politik, perbuatan itu jelas akan dinilai sebagai kecurangan berpolitik. Jika masyarakat sudah menilai seperti itu, potensi kehilangan suara Rusli semakin besar. Yang diuntungkan adalah lawan-lawannya.

Prilaku curi start seperti ini menunjukkan belum adanya kedewasaan berpolitik ditingkat elit. Perkara menang kalah merupakan hal yang biasa dalam sebuah pertarungan. Seorang petarung sejati, pantang baginya berlaku curang. Perlakuan curang hanyalah dilakukan oleh petarung-petarung yang tak yakin kemenangan bakal diraihnya. Jadi, berhentilah berspekulasi di garis offside !
Share:

Saturday, April 12, 2008

Menata Gejolak Otonomi Daerah, Membangkitkan Nasionalisme Kebangsaan

Semakin tinggi pohon, semakin besar pula terpaan angin. Pepatah lama ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Pepatah tersebut merupakan sebuah ungkapan bahwa semakin besar atau semakin tinggi posisi seseorang, semakin besar pula ujian dan tantangan yang dihadapinya. Termasuk terhadap sebuah Negara/bangsa. Semakin maju dan besar sebuah Negara/bangsa, akan semakin besar pula potensi masalah yang bakal timbul di Negara/bangsa tersebut, baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Ini sudah menjadi hukum alam.

Bangsa Indonesia terbilang sebagai bangsa yang besar, baik besar atas keragaman suku-suku dan budayanya, maupun besar atas potensi kekayaan alam yang ada. Ditambah lagi, bangsa yang telah mengecap kemerdekaan selama hampir 63 tahun ini, memiliki ideology dan landasan bernegara yang kokoh, sehingga setiap terpaan yang datang mampu diatasi bangsa ini. Kendati demikian, kembali kepada hukum alam. Besarnya bangsa ini, tak akan lepas dari masalah-masalah kebangsaan. Disinilah ujian berat bagi bangsa yang besar. Jika mampu mengatasi permasalahan dengan baik, niscaya bangsa yang besar akan bertambah kuat.


Sebaliknya, jika permasalahan tak diatasi dengan baik, bisa-bisa menjadi ancaman yang dapat menimbulkan lemahnya keutuhan dan kekuatan bangsa.Di tengah menggelindingnya persoalan ekonomi yang tak pernah henti, bangsa juga harus menghadapi adanya ancaman krisis berkebangsaan yang terus bergulir. Salah satu bentuk ancaman tersebut adalah timbulnya ego-ego kedaerahan yang bermuara kepada keinginan untuk memisahkan diri dari sebuah kesatuan. Ego kedaerahan muncul seiring maraknya pemekaran wilayah di Indonesia.

Walaupun isu utama yang diusung masing-masing daerah memekarkan diri adalah desentralisasi, namun ego daerah masih saja kerap mewarnai setiap perjuangan yang dilakukan untuk menggolkan usulan tersebut. Pemekaran wilayah tak lagi sebatas wacana sejak dikeluarkannya Undang-Undang (UU) Otonomi Daerah di akhir dasawarsa 1990-an. Tujuan semula UU ini diantaranya untuk memicu percepatan pembangunan di daerah, dengan memperbesar peluang masyarakat untuk dapat berperan dalam pembangunan di daerah masing-masing. Dalam konteks baku, desentralisasi dan otonomi daerah diagendakan bukan hanya dalam rangka upaya mempertahankan keutuhan NKRI semata di dalam kepusparagamannya. Dan juga bukan sekadar penyerahan kewenangan pemerintahan dari pusat ke daerah. Tetapi lebih jauh dari itu, menyangkut agenda penyertaan masyarakat di dalam proses penyelenggaraan pemerintahan itu sendiri.

Sejak diundangkannya UU No.22 Tahun 1999 hingga berlakunya UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, telah dibentuk 7 provinsi, 114 kabupaten, dan 27 kota sebagai daerah pemekaran. Propinsi Riau Ditengah Boomingnya Otonomi Daerah. Seiring dengan berhembusnya angin otonomi daerah telah memberikan perubahan yang drastis terhadap negeri ini, tidak terkecuali di Provinsi Riau sendiri.

Klimaks dari otonomi daerah di daerah ini terjadi pada 4 Oktober 1999 dimana provinsi Riau yang terdiri dari 5 Kabupaten dan 1 Kotamadya, menjadi 16 kabupaten/kota. Beberapa kabupaten baru hasil pemekaran itu antara lain kabupaten Rokan Hilir (pemekaran dari Kabupaten Bengkalis), Kabupaten Siak (pemekaran dari Kabupaten Bengkalis), Kota Dumai (pemekaran dari Kabupaten Bengkalis), Kabupaten Kuantan Singingi (pemekaran dari Kabupaten Indragiri Hulu), Kabupaten Pelalawan (pemekaran dari Kabupaten Kampar), Kabupaten Rokan Hulu (pemekaran dari Kabupaten Kampar)

Kemudian, pada 1 Juli 2004 Kepulauan Riau resmi menjadi Provinsi ke 32 di Indonesia. Itu berarti Provinsi Riau yang dulunya terdiri dari 16 Kabupaten/Kota sekarang hanya menjadi 11 Kabupaten/Kota. Kabupaten-kabupaten tersebut adalah; (1) Kuantang Singingi, (2) Inderagiri Hulu, (3) Inderagiri Hilir, (4) Pelalawan, (5) Siak, (6) Kampar, (7) Rokan Hulu, (8) Bengkalis, (9) Rokan Hilir, dan Kota (10) Pekanbaru, (11) Dumai.

Sebelumnya hampir bersamaan dengan usulan pemekaran Provinsi Riau menjadi Riau dan Riau Kepulauan, muncul pula wacana pembentukan Provinsi Riau Pesisir yang wilayahnya direncanakan meliputi kabupaten-kabupaten di sepanjang pantai Riau Daratan, seperti Dumai, Rokan Hilir, Pelalawan, Siak, dan Bengkalis. Sebenarnya, sebelum terbagi menjadi dua propinsi (propinsi Riau dan propinsi Kepri), Propinsi Riau telah banyak mengalami jatuh bangun dalam upaya memperjuangkan otonomisasi daerah. Berbagai bentuk perjuangan telah dilakukan baik berskala lokal maupun nasional. Salah satunya melalui Kongres Rakyat Riau (KRR) yang menghasilkan kesepakatan membentuk Negara “Riau Merdeka”. KRR yang telah dua episode dilakukan merupakan upaya pengakuan bahwa masyarakat Riau memiliki hak untuk menentukan masa depannya.

Namun sayangnya, lagi-lagi hasil dari KRR ini, yaitu beberapa rekomendasi menyangkut masalah Monopoli, Masyarakat, Sumber daya Alam, Sumberdaya Manusia, Sosial ekonomi, dan Budaya, tak dapat direalisasi dengan mulus dikemudian hari. Wacana pemekaran wilayah kabupaten di Provinsi Riau kembali menyeruak ke permukaan pada awal 2008. Riak-riak untuk 'pisah ranjang' dengan kabupaten induk yang dulunya kecil itu kini kian bertambah besar. Aksi unjuk rasa di sejumlah kantor pemerintah dan legislatif daerah terus bermunculan. Masyarakat yang menuntut pemekaran daerah adalah warga di Kecamatan Meranti dan Mandau, yang ingin berpisah dari Kabupaten Bengkalis, Rokan Darussalam ingin 'bercerai' dari Kabupaten Rokan Hulu, dan Indragiri Hilir Selatan hendak melepaskan diri dari Kabupaten Indragiri Hilir. Begitu juga dengan Tapung dan Kampar Kiri yang ingin berpisah dari Kabupaten Kampar.

Kesenjangan pembangunan infrastruktur antara ibu kota kabupaten dan kecamatan menjadi isu sentral pemicu ketidakpuasan mereka bergabung dengan kabupaten induk.

Dampak-dampak Pemekaran wilayah
Meskipun umumnya pemekaran wilayah berangkat dari aspirasi yang baik, terutama untuk meningkatkan pembangunan dan pelayanan publik, namun dari berbagai evaluasi yang dilakukan, terlihat bahwa sebagian besar dari daerah-daerah pemekaran itu belum mampu mewujudkan keinginan itu. Dalam realisasinya, yang tampak adalah munculnya raja-raja kecil di daerah-daerah, oligarki lokal yang memanfaatkan kekuasaan dengan tujuan mengeksploitasi rakyat lokal baik secara sosial dan ekonomi. Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah secara nyata nampak mulai tidak efektif dan tidak efisien. In-efisiensi penggunaan sumberdaya cenderung tidak terkendali. Diperparah lagi dengan dominasi legislatif atas eksekutif menambah makin carut-marutnya penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Lepasnya Kepulauan Riau misalnya, memiliki implikasi yang multi aspek hal tersebut dapat dilihat antara lain dengan hilangnya wilayah perairan ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif) seluas 379.000 Km2, berkurangnya luas wilayah laut teritorial dari 95.561,61 Km2 menjadi 83.966,20 Km2 kurang lebih 11,20% serta berkurangnya sumber daya hayati, sumber daya alam baik itu minyak dan gas serta hilangnya sumber daya buatan lainnya seperti “Growth Triangle” (SIJORI, IMS-GT, dan IMT-GT)

Selain itu, secara psikologis, pemekaran wilayah cenderung menimbulkan friksi-friksi antara daerah lama dan daerah yang akan dimekarkan. Bahkan, tak jarang yang memanfaatkan kondisi tersebut guna kepentingan politis sesaat.

Wacana ingin lepasnya kabupaten Meranti dan Mandau dari kabupaten Bengkalis misalnya, menimbulkan hubungan yang rawan antara masyarakat di kedua wilayah calon pemekaran itu dengan pemerintah kabupaten induk, Bengkalis. Pasalnya, Pemkab Bengkalis menolak melepas Meranti dan Mandau yang merupakan daerah kaya sumber daya alam dan menjadi penopang utama pendapatan daerah tersebut. Menyikapi itu, sejumlah tokoh yang mengaku wakil masyarakat pro pemekaran tidak kehilangan akal. Diam-diam, perwakilan mereka (Meranti dan Mandau) melewati 'jalan tol' menuju DPR Senayan dengan melangkahi Pemkab Bengkalis dan DPRD.

Angin surga dari Senayan pun berhembus. Keluarnya Surat Presiden RI (R 01/Pres/2007) tertanggal 2 Januari 2007 yang ditujukan kepada Ketua DPR tentang 16 Rancangan Undang-Undang Inisiatif DPR tentang Pembentukan Kabupaten/Kota yang Baru di antaranya pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti dan Mandau menjadi surat sakti bagi masyarakat di dua daerah tersebut. Hubungan tak akur pun semakin menjadi diantara Pemkab Bengkalis dan kedua daerah pro pemekaran.

Hal serupa juga terjadi di Rokan Darussalam untuk memekarkan diri dari Kabupaten Rokan Hulu. Tidak ada aksi turun ke jalan, namun RUU pembentukan Kabupaten Rokan Darussalam disetujui DPR pada Januari 2008 lalu. Usulan RUU pembentukan Rokan Darussalam langsung mengiring ribuan warga Kabupaten Rokan Hulu turun ke jalan-jalan meneriakkan antipemekaran. Selain turun ke jalan, ribuan warga mengepung DPRD Rokan Hulu dan menuntut Ketua DPRD Rokan Hulu Teddy Mirza turun dari jabatannya karena diduga secara sepihak melayangkan surat rekomendasi kepada DPR RI tentang pembentukan Kabupaten Rokan Darussalam.

Tidak tanggung-tanggung, Bupati Kabupaten Rokan Hulu Achmad juga menolak wacana pemekaran dengan memerkarakan panitia pembentukan Rokan Darussalam ke Polda Riau karena diduga memanipulasi rekomendasi. Akhirnya, sama dengan hubungan Meranti-Mandau dan Pemkab Bengkalis tadi, hubungan yang tak harmonis pun mewarnai antara pemkab dan masyarakat pro pemekaran Rokan Darussalam.

Meranti, Mandau, dan Rokan Darussalam hanya dua contoh kecil kasus-kasus pemekaran wilayah di Riau yang ber-ekses pada potensi konflik. Selain konflik vertikal antara pemerintah dan masyarakat, konflik horizontal antara masyarakat pro dan kontra pemekaran pun bisa berpeluang terjadi, dan menimbulkan pertikaian massal. Jika itu terjadi, bukan mustahil letupan-letupan kecil itu akan menjadi letupan-letupan besar yang akan mengancam kedaulatan wilayah NKRI.

Menata Otonomi Daerah, Membangkitkan Nasionalisme Kebangsaan Menyikapi angin syurga Otonomi Daerah yang ada saat ini, mewajibkan adanya konsep yang tegas dalam mengelola Otda. Ini penting agar semua pihak memahami esensi dari berbagai produk otda, baik pemekaran wilayah maupun penggabungan wilayah. Mengelola Otonomi daerah harus diawali dengan kesamaan persepsi dalam memandang Otda itu sendiri. Otda bukan membuka kran semangat pelampiasan mengurus diri sendiri atau pesta memerdekakan diri yang akhirnya malah menambah menyengsarakan penduduk dengan makin mahalnya biaya hidup, tersendatnya hubungan dengan daerah lain. Otda harus dipahami sebagai upaya teknis yang berpeluang untuk memetakan secara jelas potensi penduduk dan wilayah serta menyinambungkannya dalam sebuah negara.

Secara eksplisit didalam UU otonomi daerah tahun 2004, memang telah dengan jelas diamanatkan bahwa pada prinsipnya otonomi daerah adalah media atau jalan untuk menjawab tiga persoalan mendasar dalam tata pemerintahan dan pelayanan terhadap publik. Pertama, otonomi daerah haruslah merupakan jalan atau upaya untuk mendekatkan pemerintah kepada rakyat. Kedua, melalui otonomi daerah juga harus tercipta akuntabilitas yang terjaga dengan baik. Ketiga, bagaimana otonomi daerah diformulasikan menjadi langkah untuk mengupayakan responsiveness, dimana publik berpartisipasi aktif dalam pengambilan kebijakan di tingkat lokal.

Maka, terlepas dari berbagai kepentingan dibalik usulan pemekaran wilayah, pemekaran daerah tentu harus mengacu kepada UU 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah. Pemekaran yang bertujuan meningkatkan taraf hidup dan pembangunan daerah setempat harus didukung. Namun demikian. pemerintah juga harus memperketat pemekaran karena banyak daerah yang dimekarkan, tapi gagal mempercepat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Selain memperketat aturan main diatas, pemerintah juga perlu mengevaluasi pemekaran wilayah yang sudah berjalan. Hal ini penting untuk melihat pemekaran yang bisa dikembangkan dan pemekaran yang harus didegradasi.

Selanjutnya, kriteria pemekaran mesti dirumuskan kembali secara detail guna menghindari pemekaran wilayah yang tidak selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, pertimbangan menyeluruh melalui rangkaian kajian/penelitian secara sungguh-sungguh untuk melepaskan sebuah wilayah sebagai wilayah baru (hasil penggabungan, pemekaran, atau penghapusan) adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar, dengan pertimbangan utama lebih terjaminnya kemaslahatan penduduk di masa depan.

Membangkitkan dan memupuk nasionalisme kebangsaan juga merupakan alternativ untuk menghindari diskursus tentang pemekaran wilayah. Sebagai sebuah isu yang bergulir di masyarakat, tentunya isu pemekaran sering mendatangkan berbagai pandangan di berbagai kalangan dan level masyarakat. Isu ini pun menjadi bola panas. Perdebatan-perdebatan panjang kemudian digelar. Namun tetap tak bertepi. Hal inilah yang kemudian memunculkan problema pro dan kontra di masyarakat. Sebetulnya, perbedaan pendapat ini amatlah lumrah, terutama dikaitkan dengan proses perkembangan demokrasi di tanah air. Akan tetapi perbedaan pendapat ini haruslah ditata, diformulasikan, sehingga tidak menimbulkan friksi dan ego, serta berakhir dengan suatu kebahagiaan bersama.***

Tulisan ini Juara 1 pada lomba penulisan Isu Strategis di Riau, yang diselenggarakan Badan Informasi Komunikasi dan Kesatuan Bangsa Provinsi Riau, April 2008
Share:

Monday, April 7, 2008

"Musim KB"




Entah mengapa, jelang-jelang musim Pemilihan Kepala Daerah, musim ber-KB pun tiba. Bukan oleh masyarakat, tapi oleh kandidat yang bakal maju pada pemilihan. Loh, apa hubungannya yah? Mungkin saja, si calon ber-KB agar saat pemilihan nanti ia tidak kerepotan mengurusi urusan sang istri yang melahirkan. Mungkin bisa juga, karena dengan ber-KB, sang kandidat akan merasa aman jika nanti setelah terpilih, kekayaannya tak terlalu banyak keluar untuk biaya anak banyak.

Tapi, tunggu dulu! Yang saya maksudkan disini bukan KB Keluarga Berencana, melainkan istilah Kontak Batin. Ya! Kontak batin antara sang kandidat dengan masyarakat pemilih.Menjelang pemilihan, dapat dipastikan 'kontak batin' antara calon pemimpin dengan masyarakat yang akan dipimpinnya terbilang tinggi. Buktinya, aksi 'turun gunung' sebagai wujud KB pun mendadak ramai dilakukan sang kandidat.

Biasanya, yang paling sering ber-KB adalah calon incumbent. Karena, dengan memanfaatkan posisinya, ia bisa memasang berbagai 'kontrasepsi KB' yang bersifat semu disetiap lawatannya. Makanya tak heran, disetiap Tour nya ke daerah-daerah, selalu judulnya "Tujuan ini", "dalam rangka itu" "kunjungan kerja ini dan itu". Padahal, ada tujuan politis didalamnya. Apalagi kalau bukan bersosialisasi dan mencari simpati masyarakat.


Untunglah, pemerintah cepat menanggapi ini. Untuk mengurangi pemakaian "azas manfaat" oleh sang calon yang sedang menjabat, Selasa (1/4) pemerintah akhirnya mengesahkan Rancangan Undang-undangan (RUU) revisi terbatas Undang-Undang (UU) Nomor 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah (Pemda). Revisi terbatas ini didalamnya mewajibkan kepala daerah atau wakil kepala daerah yang ingin kembali mencalonkan diri (incumbent), mengundurkan diri dari jabatannya setelah dirinya mendaftar dan dinyatakan secara sah sebagai calon oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).

Lain lagi dengan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah. Disaat sebagian warga Pekanbaru berdesak-desakan di tenda-tenda pengungsian korban banjir, ia malah berada di Jakarta selama lebih kurang dua minggu, mengikuti pendidikan Lemhanas di hotel mewah. Benarkah ia tidak merasakan kontak batin akan penderitaan yang sedang dirasakan masyarakatnya? Ah, tidak mungkin! Pasti ia merasakannya. Namun, patut dipertanyakan, kenapa baru setelah dua minggu warganya kesulitan menghadapi banjir, baru ia kembali ke Pekanbaru?
Share:

Sunday, March 30, 2008

"Salah Kubur"


Orang dikubur itu biasa. Tapi bagaimana kalau kayu dikubur? Lha, ini baru luar biasa. Kan kayu hidupnya biasa diluar, hanya akarnya yang didalam. Di Desa Gunung Sahilan Kabupaten Kampar, ditemukan ribuan tual kayu yang disembunyikan oknum pelaku Ilegall Logging dengan cara dikubur. Maksudnya mengubur, untuk menghilangkan jejak perbuatan sipelaku.
Nah, luar biasa bukan? Kayu yang biasanya hidup diluar, tapi malah dikubur di dalam tanah. Sementara akarnya (baca; oknum pelaku) malah enak-enakan diluar. Pasti ini salah kubur !
Mengapa? Ya, karena yang sepantasnya di kubur adalah pelakunya. Ia telah dengan sengaja menyembunyikan kayu ilegal yang sudah pasti asal-usul kayu tak jelas izin tebangnya, HPH-nya, dan ketidakjelasan lainnya. Tindakan itu jelas merugikan banyak pihak.
Terang saja. Di Desa Gunung Sahilan di waktu yang sama (Maret 2008) menjadi lokasi banjir terparah di Riau. Ribuan KK jadi kesusahan karena susah beraktivitas, termasuk mencari nafkah. Tidak hanya di desa itu saja, bahkan tercatat akibat banjir yang terjadi sepanjang Maret 2008 itu 48 Desa di Lima Kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar, juga bernasib sama. Karet yang menjadi sumber penghasilan mereka, tak bisa di takik. Sekolah diliburkan. Sumber air bersih susah dicari. Beberapa warga terserang penyakit.
Menurut temuan aparat, kuburan kayu ditemukan di tiga titik. Titik pertama dan kedua terdapat di Air Panas Desa Gunung Sahilan. Sementara satu titik lagi berada di perbatasan Kuansing dan Kampar. Namun kuburan jadi-jadian itu dominan berada di Kuansing.
Masyarakat Kuansing pun tak luput dari bencana banjir ketika itu. Sebanyak 3674 KK di 57 Desa dan Sembilan Kecamatan, rumahnya tergenang air.
Penguburan kayu sudah pasti salah satu dari banyak motif kejahatan perambahan hutan secara liar (Ilegal Logging). Ada berbagai motif lain yang mungkin saja belum terendus oleh aparat.
Atas penemuan ini satu sisi kita boleh bangga karena kinerja aparat kepolisian dan pemerintah berhasil mengungkap satu persatu motif kejahatan Ilegal Loging di Riau. Ditemukannya motif penguburan kayu setidaknya membuktikan sudah semakin takutnya pelaku ilegal logging dalam melancarkan aksinya sehingga memaksa mereka untuk bertindak serapi mungkin menghilangkan jejak aksinya. Beda dengan sebelum gencar-gencarnya dilakukan sweeping oleh aparat ke hutan-hutan. Pelaku Ilegall Logging saat itu masih leluasa beraksi, seperti adanya modus kayu gelondongan yang diapungkan di atas air.
Sementara di sisi lain, masyarakat Riau harus waspada akan datangnya fenomena-fenomena alam yang tak diinginkan, sebagai akibat yang ditimbulkan oleh tidak seimbangnya lagi alam hutan di Riau.
Kampar dan Kuansing adalah bagian kecil dari kasus Ilegall Logging yang tak pernah henti di negeri kaya minyak ini. Sampai kapan kasus ini terjadi, Wallaahu'alam.

(Ahad 31 Maret 2008)
Share: